Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Aplikasi Android Rawan Pembajakan


3056373c16ca13374eeda3b1d11d7ddb
Dead Trigger, sebuah game FPS yang relatif populer untuk android dan iOS akhirnya digratiskan untuk versi Android, namun tidak untuk iOS. Alasannya adalah karena luar biasa tingginya tingkat pembajakan di Android, menurut pengembangnya, Madfinger Games. Ini adalah keadaan yang menyedihkan, khususnya bagi pengembang kecil.

Sistem operasi Android telah berkembang pesat selama dua tahun terakhir. Dan, terlepas dari masalah-masalah seperti fragmentasi dan monetisasi, sebagian besar pengembang terus membawa aplikasi mereka pada platform Google ini. Karena saat ini Android memang terlalu besar untuk diabaikan.

Tapi pembajakan merupakan masalah besar sekarang. Tidak seperti di iOS di mana setiap aplikasi yang diterbitkan (gratis atau berbayar) perlu mendapatkan validasi oleh Apple, dan oleh karenanya harus didownload melalui App Store, aplikasi Android dapat dengan mudah dibajak, lalu didistribusikan sebagai file APK. Dan, kemudian aplikasi bajakan itu diinstal pada perangkat Android tanpa harus di-root terlebih dahulu .

Malware dan masalah keamanan belum cukup terbukti sebagai pencegah orang tetap membajak aplikasi. Dan, Google juga tidak peduli terhadap file APK apa yang diinstal pada perangkat Android.

Masalah monetisasi bukanlah hal baru di Android. Menurut sebuah laporan dari Flurry, untuk setiap 1 dolar yang didapat pengembang di iOS, pengembang Android hanya mendapatkan 24 sen. Inilah sebabnya mengapa banyak pengembang, termasuk yang besar seperti Rovio, ikut memasukkan iklan pada aplikasi mereka di Android, sementara mereka juga memiliki versi berbayar yang bebas iklan untuk iOS. Dengan pembajakan merajalela, kita hanya bisa berharap model ini akan semakin banyak diadaptasi oleh para pengembang, yaitu lebih memperhatikan kebutuhan pengguna dibandingkan pendapatan mereka.

Update terakhir mengatakan OS Android Jelly Bean akan dilengkapi dengan model enkripsi aplikasi berbayar yang diharapkan akan memperlambat pembajakan pada Android. Harapannya, kedepannya orang akan lebih menghargai hak cipta hingga pengembang kecil bisa terus hidup dan makin maju
20.59 | 0 komentar

Ini Dia Prototipe iPad Paling Awal


3d638047383b811369da2d26a5698204

Ini Dia Prototipe iPad Paling Awal | tombolesc.com - Bicara mengenai tablet PC, sejatinya tak lepas dari sebuah nama, iPad. Tak dipungkiri tablet besutan Apple itu merupakan yang paling populer dan terlaris di dunia hingga saat ini. Namun, tahukah Anda, sebelum terlihat seperti sekarang ini, iPad ternyata hanya sebuah prototipe yang dikembangkan Apple sejak tahun 2002, jauh sebelum perusahaan asal Amerika Serikat itu merilis iPhone.

Gambar dari prototipe pertama iPad, seperti terlihat di atas setelah diposting oleh sumber di situs Boy Genius Report. Dalam laporan itu disebutkan bahwa prototipe tersebut diperlihatkan kepada khalayak setelah Apple terlibat sengketa hukum dengan Samsung terkait dengan pelanggaran hak paten.

Dalam gambar tersebut perangkat terlihat cukup tebal. Meski begitu, jika diperhatikan, bentuknya sangat jelas menyerupai bentuk khas dari iPad. Produk tersebut diyakini sebagai 'sesuatu' yang dimaksud Steve Jobs ketika diwawancari di sebuah konferensi yang diadakan oleh AllThings D pada tahun 2010.

Steve Jobs kala itu menyatakan, “Saya akan memberi tahu Anda sebuah rahasia. Dimulai dengan tablet. Saya punya ide memiliki sebuah layar kaca, layar multitouch yang bisa Anda ketik dengan jari. Saya bertanya mengenai hal tersebut kepada orang kami. Dan enam bulan kemudian, mereka kembali dengan tampilan yang menakjubkan ini.”

Sebagaimana diketahui, Apple secara resmi memperkenalkan iPad pada tahun 2010 lalu. Itu berarti, sejak 8 tahun sebelumnya, vendor yang bermarkas di Cupertino itu sudah mulai mengerjakan perangkat dengan kemampuan multitouch
23.04 | 1 komentar

Toko Resmi Android Pertama Di Indonesia


Perusahaan distribusi dan retail produk telekomunikasi Erafone, membuka toko barunya yang khusus menjual perangkat bersistem operasi Android pada hari Jumat (6/7). Toko tersebut diberi nama Android Nation, yang diklaim sebagai tempat pertama di Indonesia yang menjual beragam perangkat Android.
Android Nation berlokasi di lantai 4 pusat perbelanjaan Senayan City, Jakarta, menempati area seluas 136 meter persegi.
Business Development Director Erajaya Group, Jerremy Sim, mengatakan toko Android Nation dibangun berkat kerjasama Erafone dengan Google sebagai pemiliki Android OS. Karyawan yang ada di Android Nation pun telah diberikan pelatihan oleh Google mengenai cara kerja dan fitur di Android.
Dengan bekal pengetahuan tersebut, para karyawan diharapkan bisa memberikan solusi kepada pelanggan yang bertanya soal produk, aplikasi, maupun teknis Android OS itu sendiri. Setiap pelanggan yang membeli perangkat Android diAndroid Nation pun bisa memesan aplikasi yang mereka butuhkan. Toko ini juga menyediakan layanan upgrade Android OS.
Android Nation menjual perangkat yang diproduksi oleh Acer, Dell, HTC, LG, Motorola, Samsung, dan Sony, serta beragam aksesoris. Sayangnya toko ini belum menawarkan perangkat Android buatan lokal.
Desain toko Android Nation dirancang oleh konsultan dari luar negeri yang sudah biasa bekerja dengan Google. Sehingga penataan produk-produk Android terlihat rapi dan ada tempat duduk untuk berdiskusi antara pelanggan dan karyawan, yang membuat suasana di toko tersebut terkesan santai.
Sumber : Kompas.com
18.04 | 0 komentar

Review Ponsel

Pengikut